PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI
Pengertian Budaya Organisasi adalah suatu
karakteristik yang ada pada sebuah organisasi dan menjadi pedoman organisasi
tersebut sehingga membedakannya dengan organisasi lainnya. Dengan kata
lain, budaya organisasi adalah norma perilaku dan nilai-nilai yang dipahami dan
diterima oleh semua anggota organisasi dan digunakan sebagai dasar dalam aturan
perilaku dalam organisasi tersebut.
PENGERTIAN
PERUSAHAAN
Perusahaan adalah tempat kegiatan produksi dilakukan serta berkumpulnya semua faktor produksi terjadi. Perusahaan yang terdaftar secara resmi dalam pemerintahan maka akan memiliki badan usaha untuk perusahaannya.
Keberadaan
badan usaha ini menjadi status perusahaan yang terdaftar pemerintah secara
resmi. Selain itu, perusahaan memiliki makna badan usaha yang melakukan
kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa serta memiliki bangunan
khusus untuk dijadikan lokasinya.
HUBUNGAN BUDAYA DAN ETIKA
Hubungan budaya dan etika dan kebudayaan itu
tidak dapat kisah pisahkan. kedua nya saling melekat dan saling melengkapi satu
dengan yang lainnya. Karena ketika suatu komunitas itu menciptakan batasan dan
aturan-aturan dalam etika tentu lah berdasarkan dari kebiasaan dan juga hukum
yang berlaku di tempat tersebut. Karena terkadang suatu etika itu tidak lah
berlaku sepanjang masa, tekadang terjadi pelapukan dan pemudaran nilai-nilai
etika.
Nah, untuk membentuk ataupun membuat batasan-batasan
etika yang baru diperlukanlah kebudayaan.karena kebudayaan itu merupakan
kebiasaaan-kebiasaan yang berlaku pada suatu komunitas tertentu.Nah disinilah
keterkaitan kebudayaan.karena Ukuran etis, patut dan tidak patut, layak dan
tidak layak, nistaatau mulia, memalukan atau tidak perlu dianggap malu,
semuanya merupakan bagiandari unsur-unsur kebudayaan.
Dan itu semua merupakan syarat untuk
menciptakan etika. Bagi manusia yang berbudaya, yang menjaga tata aturan hidup
dari urusan sopan dan tik sopan, layak dan tidak layak, maka perkara malu dan
tidak malu, pantas dan tidak pantas, nista atau mulia, merupakan perkara
penting dan sensitif, dan dijagadengan baik agar segenap tingkah lakunya tak
tercemar dari sudut etika tadi. Maka dari itu, jelaslah bahwa manusia itu
membutuhkan kebudayaan dan juga aturan-aturan etika agar bisa mengikuti
perkembangan zaman.Maka agar kebutuhan itu terpenuhi kita harus kreatif
mencipta. Mungkin mencipta etika, hanya sebagian, mungkin mencipta kebudayaan
secara keseluruhan.
KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS ETIS
Kendala-kendala
dalam pencapaian tujuan etika bisnis.
Pencapaian tujuan etika bisnis di Indonesia masih berhadapan
dengan beberapa masalah dan kendala. Keraf(1993:81-83) menyebut beberapa
kendala tersebut yaitu:
1. Standar moral para pelaku
bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak di antara pelaku bisnis yang lebih suka
menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh
keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran,
timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluwarsa, dan memanipulasi laporan
keuangan.
2. Banyak perusahaan yang
mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya
ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang
berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi
yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar
perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan
masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal
karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.
3. Situasi politik dan
ekonomi yang belum stabil.
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara
politik yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan
masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari
dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang
buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna
memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.
4. Lemahnya penegakan hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di
pengadilan bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di
pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis
menegakkan norma-norma etika.
5. Belum
ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis
dan manajemen.
Organisasi seperti KADIN beserta asosiasi
perusahaan di bawahnya belum secara khusus menangani penyusunan dan penegakkan
kode etik bisnis dan manajemen.
CONTOH BUDAYA ORGANISASI DI SALAH SATU PERUSAHAAN
1. PLN
Perusahaan PLN adalah
jenis perusahaan yang menjadi bagian BUMN, hal ini lantaran PLN mengurus
kehidupan masyarakat di Indonesia, mulai dari pasokan listrik dan lain
sebagainya. Sebagai gambaran untuk bekerja di PLN terdapat sejumlah pedoman,
salah satunya ialah budaya keselamatan tinggi dianut oleh jenis perusahaan ini.
2. Unilever
Unilever banyak
bergerak sebagai distributor kebutuhan keseharaian manusia, mulai dari pasta
gigi, shampoo, dan bentuk produk lainnya. Hal terpenting bagi perusahaan ini
ialah mempersiapakan kesehatan untuk masa depan, sehingga bagi siapapun yang
berkeja di perusahaan ini fokus utama mereka utamanya tentang “kesehatan”.
3. Lion
Maskapai Lion Air
adalah jenis maskapai penerbangan pesawat yang ada di Indonesia. Maskapai ini
melayani penerbangan secara domestic di wilayah terpencil yang ada di seluruh
Indonesia. Ada sejumlah budaya organisasi perusahaan di maskapai ini, yaitu
adalah utamakan keselamatan dengan menekan biaya yang merakyak “murah”.
4. Gojek
Layanan budaya
organisasi perusahaan Gojek akhir-akhir ini menjadi salah satu alternatif yang
ada di Indonesia, dengan fokus memperdayakan masyarakat dan memberikan
pelayanan keamanan yang tinggi. Dengan system budaya tersebut saat ini Gojek
menjadi salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
5. BPJS
Khusus untuk budaya organisasi perusahaan yang
ada di BPJS ini tersedia bagi mereka yang bekerja sebagai Karyawan. Dengan
system pensiun dini bagi setiap orang yang bekerja di layanan kesehatana
masyarakat ini akan mendapatkan pesangon di usia 35 tahun.
Selain itupula setiap yang mendaftarkan diri
kerja di BPJS di larang untuk menikah dalam jangka waktu 2 tahun.
Larangan di fokuskan agar kariawan serta kariawati yang bekerja di sana lebih
fokus terhadap karir yang di impikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar