Rabu, 01 April 2020

Pengertian Organisasi, Perusahaan, Hubungan Budaya dan Etika, Kendala dalam Mewujudkan Kinerja Bisnis Etis dan Contoh Budaya Organisasi di Perusahaan.


PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI

Pengertian Budaya Organisasi adalah suatu karakteristik yang ada pada sebuah organisasi dan menjadi pedoman organisasi tersebut sehingga membedakannya dengan organisasi lainnya. Dengan kata lain, budaya organisasi adalah norma perilaku dan nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi dan digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku dalam organisasi tersebut.

PENGERTIAN PERUSAHAAN

Perusahaan adalah tempat kegiatan produksi dilakukan serta berkumpulnya semua faktor produksi terjadi. Perusahaan yang terdaftar secara resmi dalam pemerintahan maka akan memiliki badan usaha untuk perusahaannya.
Keberadaan badan usaha ini menjadi status perusahaan yang terdaftar pemerintah secara resmi. Selain itu, perusahaan memiliki makna badan usaha yang melakukan kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa serta memiliki bangunan khusus untuk dijadikan lokasinya.
HUBUNGAN BUDAYA DAN ETIKA

Hubungan budaya dan etika dan kebudayaan itu tidak dapat kisah pisahkan. kedua nya saling melekat dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Karena ketika suatu komunitas itu menciptakan batasan dan aturan-aturan dalam etika tentu lah berdasarkan dari kebiasaan dan juga hukum yang berlaku di tempat tersebut. Karena terkadang suatu etika itu tidak lah berlaku sepanjang masa, tekadang terjadi pelapukan dan pemudaran nilai-nilai etika.

Nah, untuk membentuk ataupun membuat batasan-batasan etika yang baru diperlukanlah kebudayaan.karena kebudayaan itu merupakan kebiasaaan-kebiasaan yang berlaku pada suatu komunitas tertentu.Nah disinilah keterkaitan kebudayaan.karena Ukuran etis, patut dan tidak patut, layak dan tidak layak, nistaatau mulia, memalukan atau tidak perlu dianggap malu, semuanya merupakan bagiandari unsur-unsur kebudayaan.

Dan itu semua merupakan syarat untuk menciptakan etika. Bagi manusia yang berbudaya, yang menjaga tata aturan hidup dari urusan sopan dan tik sopan, layak dan tidak layak, maka perkara malu dan tidak malu, pantas dan tidak pantas, nista atau mulia, merupakan perkara penting dan sensitif, dan dijagadengan baik agar segenap tingkah lakunya tak tercemar dari sudut etika tadi. Maka dari itu, jelaslah bahwa manusia itu membutuhkan kebudayaan dan juga aturan-aturan etika agar bisa mengikuti perkembangan zaman.Maka agar kebutuhan itu terpenuhi kita harus kreatif mencipta. Mungkin mencipta etika, hanya sebagian, mungkin mencipta kebudayaan secara keseluruhan.

KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS ETIS

Kendala-kendala dalam pencapaian tujuan etika bisnis.

Pencapaian tujuan etika bisnis di Indonesia masih berhadapan dengan beberapa masalah dan kendala. Keraf(1993:81-83) menyebut beberapa kendala tersebut yaitu:

1.   Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak di antara pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran, timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluwarsa, dan memanipulasi laporan keuangan.

2.   Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.

3.   Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil.
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.

4.   Lemahnya penegakan hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.

5.   Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
Organisasi seperti KADIN beserta asosiasi perusahaan di bawahnya belum secara khusus menangani penyusunan dan penegakkan kode etik bisnis dan manajemen.

CONTOH BUDAYA ORGANISASI DI SALAH SATU PERUSAHAAN
1.      PLN

Perusahaan PLN adalah jenis perusahaan yang menjadi bagian BUMN, hal ini lantaran PLN mengurus kehidupan masyarakat di Indonesia, mulai dari pasokan listrik dan lain sebagainya. Sebagai gambaran untuk bekerja di PLN terdapat sejumlah pedoman, salah satunya ialah budaya keselamatan tinggi dianut oleh jenis perusahaan ini.

2.      Unilever

Unilever banyak bergerak sebagai distributor kebutuhan keseharaian manusia, mulai dari pasta gigi, shampoo, dan bentuk produk lainnya. Hal terpenting bagi perusahaan ini ialah mempersiapakan kesehatan untuk masa depan, sehingga bagi siapapun yang berkeja di perusahaan ini fokus utama mereka utamanya tentang “kesehatan”.

3.      Lion

Maskapai Lion Air adalah jenis maskapai penerbangan pesawat yang ada di Indonesia. Maskapai ini melayani penerbangan secara domestic di wilayah terpencil yang ada di seluruh Indonesia. Ada sejumlah budaya organisasi perusahaan di maskapai ini, yaitu adalah utamakan keselamatan dengan menekan biaya yang merakyak “murah”.

4.      Gojek

Layanan budaya organisasi perusahaan Gojek akhir-akhir ini menjadi salah satu alternatif yang ada di Indonesia, dengan fokus memperdayakan masyarakat dan memberikan pelayanan keamanan yang tinggi. Dengan system budaya tersebut saat ini Gojek menjadi salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara.

5.      BPJS

Khusus untuk budaya organisasi perusahaan yang ada di BPJS ini tersedia bagi mereka yang bekerja sebagai Karyawan. Dengan system pensiun dini bagi setiap orang yang bekerja di layanan kesehatana masyarakat ini akan mendapatkan pesangon di usia 35 tahun.

Selain itupula setiap yang mendaftarkan diri kerja di BPJS di larang untuk menikah dalam jangka  waktu 2 tahun. Larangan di fokuskan agar kariawan serta kariawati yang bekerja di sana lebih fokus terhadap karir yang di impikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar