Selasa, 24 April 2018

Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Dalam Berbangsa dan Bernegara.

A. PENGERTIAN ASAL MULA PANCASILA
Pancasila terbentuk melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Secara kausalitas, Pancasila sebelum disyahkan menjadi dasar filsafat negara, nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai religius. Agar memiliki pengetahuan yang lengkap tentang proses terjadinya Pancasila, maka secara ilmiah harus ditinjau berdasarkan proses kausalitas.

1. Asal Mula yang Langsung
Teori kausalitas ini dikembangkan oleh Aristoteles, adapun berkaitan dengan asal mula yang langsung tentang Pancasila adalah asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi Kemerdekaan yaitu sejak dirumuskan para pendiri negara sejak sidang BPUPKI pertama. Adapun rincian asal mula langsung Pancasila adalah sebagai berikut :
a. Asal Mula Bahan (Kausa Materialis)
Asal Bahan Pancasila adalah pada bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam kepribadian dan pandangan hidup.
b. Asal Mula Bentuk (Kausa Formalis)
Asal mula bentuk Pancasila adalah Ir. Soekarno bersama Drs. Moh.Hatta serta anggota BPUPKI lainnya yang merumuskan dan membahas Pancasila terutama dalam hal bentuk, rumusan serta nama Pancasila.
c. Asal Mula Karya (Kausa Effisien)
Asal mula karyanya adalah PPKI sebagai pembentuk negara dan atas kuasa pembentuk negara yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar negara yang sah.
d. Asal Mula Tujuan (Kausa Finalis)
Asal mula tujuan adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan termasuk Soekarno dan Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebelum ditetapkan oleh PPKI sebgaai dasar negara yang sah.

2. Asal Mula yang Tidak Langsung
Asal mula tidak langsung terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia dengan rincian berikut :
a. Unsur Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar filsafat negara yaitu :
- Nilai Ketuhanan
- Nilai Kermanusiaan
- Nilai Persatuan
- Nilai Kerakyatan
- Nilai Keadilan


b. Terkandung dalam pandangan hidup masyarakat sebelum membentuk negara yaitu :
- Nilai adat istiadat
- Nilai kebudayaan
- Nilai religius
c. Asal mula tidak langsung Pancasila merupakan kausa materialis atau asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila.
   
     Pancasila bukanlah hasil perenungan seseorang atau kelompok atau bahkan hasil sintesa paham-paham besar dunia, melainkan pandangan hidup bangsa Indonesia.

B. Bangsa Indoenesia ber-Pancasila dalam “Tri Prakara”
Pancasila terbentuk melalui suatu proses yang cukup panjang dalam sejarah kebangsaan Indonesia yang terangkum dalam tiga asas atau Tri Prakara, yaitu :
a. Pancasila Asas Kebudayaan
b. Pancasila Asas Religius
c. Pancasila Asas Kenegaraan
1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan. Pandangan hiudp berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa (nasional), dan pandangan hidup negara dapat disebut sebagai ideologi negara.
2. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Karena ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia.

A. Pengertian Ideologi
Ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar atau sering kita sebut sebagai cita-cita. Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut :
- Bidang Politik
- Bidang Sosial
- Bidang Kebudayaan
- Bidang Keagamaan
Ideologi negara yang merupakan sistem kenegaraan utnuk rakyat dan bangsa pada hakikatnya merupakan asas kerohanian yang memilki ciri khas diantaranya :
- Mempunyai derajat tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
- Mewujudkan suatu asas kerohanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

B. Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
Ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup yang membenarkan pengorbanan masyarakat. Bukan hanya berupa nilai dan cita-cita tertentu melainkan sebuah tuntutan bagi rakyatnya.
Ideologi terbuka merupkakan suatu sistem pemikiran terbuka yang tidak hanya dibenarkan, dibutuhkan karena bukan merupakan paksaan dari pihak luar melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.

Senin, 16 April 2018

I RON MAN

      Halo semua! Namaku adalah Irwan, aku tinggal di Indonesia bersama kedua orangtuaku.
Teman-teman saya mempunyai sebuah mimpi ingin menjadi superhero, karena bagiku superhero sangat keren, pemberani dan kuat sehingga mampu melindungi orang-orang dari tindak kejahatan atau kriminal. Hingga suatu ketika saat aku sudah lulus di Universitas Oxford jurusan teknik mesin, dan aku bekerja di perusahaan mobil ternama yaitu Buggati hingga saya mempunyai cukup pengalamaan dan mempunyai pengahasilan yang cukup banyak, tidak lupa juga saya berbagi kepada sesama agar dapat saling membantu kepada orang lain yang membutuhkan.

      Hingga suatu hari ketika saya sudah pulang ke Indonesia, saya sedang asik menikmati 
sembari lari pagi di komplek Jalan Cempaka Putih tepat tidak jauh dari rumah saya terdapat sepasang kakek dan nenek paruh baya yang sedang menikmati udara pagi dihalaman rumahnya tiba tiba didatangi kawanan perampok yang memiliki senjata tajam kemudian menodongkan senjata berjenis revlofer kekepala kakek dan nenek tersebut, seketika saya coba untuk menghubungi bantuan darurat 911, setelah saya menghubungi pihak bantuan saya coba untuk melawan dengan memakai peralatan seadanya seperti batu dan balok kayu karena saat itu saya tidak membawa barang apapun untuk melindungi diri, akan tetapi perampok tersebut lebih kuat karena mereka memiliki senjata tajam dan banyaknya perampok yang membuat saya kewalahan untuk mengatasi perampok tersebut. Hingga perampok tersebut berhasil membawa sejumlah uang dan barang, dan melukai saya dan kakek-nenek tersebut untunglah hanya luka ringan saja. Tidak lama beberapa polisi datang tapi sudah terlambat karena perampok tersebut sudah pergi. Tak lama saya menceritakan kronologi perampokan tersebut dan saya mengenali identitas dari beberapa kawanan perampok dan mobil yang dibawa perampok.

     Suatu saat saya berinovasi untuk membuat suatu teknologi yang bisa saya kenakan pada 
saat kondisi darurat, setelah beberapa proses pembuatan hingga membutuhkan waktu 1 tahun saya membuat teknologi perlindungan diri yang terdapat banyak senajata di dalam robot yang bisa dimasukkan oleh saya sendiri yang saya beri nama 'I RON MAN', terbuat dari bahan vibranium kualitas material nomer 1 didunia, di dalam robot tersebut  terdapat sensor gelang yang saya pakai ketika saya pencet tombol gelang yang saya kenakan robot tersebut aktif dan masuk menempel ke saya seperti layaknya pakaian full dari atas sampai bawah, di dalam robot tersebut terdapat fitur aktif dapat mengaktifkan laser canggih di tangan , pemindai wajah dimuka, roket di tangan, hingga turbo dikaki sehingga dapat terbang kemanapun yang saya suka dan masih banyak alat canggih yang saya tanamkan didalam robot tersebut. 

     Hingga suatu ketika saya teringat oleh suatu kejahatan dulu terhadap kakek dan nenek dan
saya mempunyai misi balas dendam. Saya masih mengenal identitas wajah pelaku perampok tersebut dan saya akhirnya mengaktifkan gelang di tangan dan robot tersebut menempel di tubuh saya dan saya aktifkan pemindaian wajah hingga terdekteksi pelaku berada di Jalan Sudirman, saya pun bergegas terbang dan menuju sana. Sampainya disana saya melihat kawanan pelaku yang sedang merampok lagi di Bank swasta ternama di Indonesia yaitu BCA dan mereka mecoba kabur ketika hendak kabur saya coba mengaktifkan senjata roket dan saya tembakkan kearah mobil pelaku dan seketika meledak akan tetapi pelaku tidak menyerah hingga saya terpaksa untuk menembakkan peluru otomatis di badan saya dan tepat mengenai para pelaku yang berjumlah 8 orang, seketika saya langsung memborgol pelaku dan tak lama polisi pun datang dan para pelaku saya berikan kepada pihak kepolisian untuk di hukum seberat beratnya, para polisi dan warga sekitar yang melihat mengucapkann terima kasih terhadap saya dan saya memberitahukan kepada mereka semua agar berhati-hati terhadap kejahatan disekitar. 
  

Sabtu, 14 April 2018

Kotak Pemberian Nenek

KOTAK PEMBERIAN NENEK

Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB ketika bus Ekonomi AC jurusan Jogja sampai di kota Solo. Di tempat duduk paling belakang bus tersebut, duduk seorang perempuan paruh baya yang diketahui bernama Sri. Wajahnya terlihat lelah namun ada kebahagiaan tercermin dari tatapan matanya. Sri tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan bergegas mengampiri kondektur bus yang berada di samping supir. Suasana di bus sepi karena semua penumpang masih terlelap.
“Pak sepertinya saya mencium bau kabel terbakar dari bus ini. Apa Bapak juga menciumnya?”
Tanpa pikir panjang sang kondektur langsung menjawab “tidak” meskipun sangat terlihat keraguan dari nada bicara laki-laki itu.
“Tapi Pak, saya yakin mencium bau kabel terbakar dari bus ini?”
“Saya bilang tidak ya tidak. Jika ibu tidak percaya silahkan ibu boleh keluar dari bus ini. Saya akan kembalikan uang ibu setengahnya.” Dengan kasarnya sang kondektur menyerahkan uang yang dijanjikannya kepada Sri. Hampir semua penumpang terbangun karena suara kerasnya.
Sri berjalan agak pelan menuju tempat duduknya. Ketika sampai di baris kursi ketiga, ia berhenti. Ia melihat seorang ibu yang membawa tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Melihat itu, Sri teringat dengan kedua anaknya yang ia titipkan di rumah ibunya.
“Ibu mau ikut saya tidak?”
“Aduh gimana ya? Masalahnya saya baru sekali ini pergi ke Jogja dan saya tidak tahu daerah sini. Suami saya juga sudah jemput di terminal Jogja.”
“Ibu tenang saja. Insya Allah saya antar Ibu sampai ke terminal Jogja. Tapi mungkin baru ada bus jam 05.00. Bagaimana Bu?”
“Ya udah saya ikut.”
Keduanya kemudian berjalan bersama menuju kursi yang tadinya diduduki oleh Sri. Tepat di baris kursi kelima, Sri kembali berhenti. Kali ini ia melihat perempuan yang sudah renta duduk disana. Ia jadi teringat dengan sosok perempuan yang sudah lama ia rindukan yaitu ibunya.
“Ibu juga mau ikut dengan saya?”
“Aduh Nak, apa tidak merepotkanmu jika saya ikut?”
“Tentu tidak Bu. Saya justru sangat senang jika bisa mengantarkan ibu ke tempat tujuan Ibu.”
“Kalau begitu saya ikut, Nak.” Nenek itu tersenyum kepada Sri.
Setelah mengambil tas bawaannya, Sri, nenek, serta sang ibu dan ketiga anaknya turun dari bus itu. Baru beberapa menit keluar dari bus yang ditumpangi mereka, terdengar suara ledakan keras tak jauh dari tempat mereka istirahat. Ketika Sri berjalan untuk melihat ternyata suara ledakan itu berasal dari bus yang baru saja ia tinggalkan. Sang nenek dan ibu tiga anak itu segara sujud, bersyukur atas keselamatan yang diberikan kepada mereka semua.
Setelah mengantar sang ibu dan ketiga anaknya ke terminal Jogja, Sri memutuskan untuk pergi mengantar nenek ke rumahnya terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan, mereka berbincang-bincang mengenai berbagai hal hingga sampailah mereka pada topik kehidupan pribadi masing-masing.
“Nak, kalau boleh tahu apa yang menyebabkanmu pergi sejauh ini dan menitipkan kedua anakmu yang masih kecil kepada ibumu?” Tanya nenek dengan suara lembut.
“Sebenarnya saya sendiri tidak tega meninggalkan mereka tapi keadaan yang memaksa saya melakukan hal itu. Suami saya meninggal ketika anak saya masih berusia 1 dan 2 tahun. Saya harus memikirkan masa depan mereka makanya saya akhirnya pergi sejauh ini, yah untuk sekedar mencari sesuap nasi, Bu. Ini saja baru pertama kalinya saya pulang semenjak 1 tahun lalu meninggalkan anak-anak saya. Kalau Ibu kenapa Ibu pergi sejauh ini sendiri. Dimana anak Ibu?”
Sang nenek tersenyum kemudian melanjutkan berbicara. “Saya tidak punya anak, Nak. Makanya ketika nak Sri nawarin untuk ikut saya langsung mau karena saya tahu nak Sri itu orang yang baik. Sebenarnya saya pernah menikah tapi kemudian saya bercerai karena sesuatu hal yang sangat pribadi.”
“Maaf ya Bu jika saya ada salah kata.”
“Tidak apa-apa Nak. Oh ya kita sudah sampai di rumah saya.”
Sri sangat terkejut melihat rumah sang nenek yang begitu besar dan indah. Untuk sejenak Sri terdiam. Kemudian sang nenek menyuruhnya masuk ke dalam rumah.
“Nak Sri tunggu di sini sebentar ya.” Sri kemudian duduk di sofa ruang tamu.
Sesaat kemudian sang nenek datang dengan sebuah kotak di tangannya. “Nak Sri terimalah ini. Jangan kamu tolak karena akan sangat menyakitkan jika kamu menolak pemberianku. Gunakan itu sebaik-baiknya. Jika kamu sudah sampai di rumah, sampaikan salamku pada ibu dan kedua anakmu. Katakan juga bahwa mereka sangat beruntung memilikimu.” Sang nenek memeluk Sri. Air mata mengalir dari kedua mata orang yang sedang berpelukan itu.
“Terima kasih ya Bu. Insya Allah jika saya ada rejeki, saya akan mengajak ibu dan anak saya main ke rumah Ibu. Saya pamit pulang dulu ya Bu. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Perjalanan ke rumah Sri hanya 1 jam dari Jogja. Selama di perjalanan, Sri tidak berani membuka kotak pemberian nenek itu. Hingga akhirnya ia sampai di rumahnya. Ibu dan kedua anaknya sudah menyambutnya di halaman depan rumah. Dipeluknya ibu dan kedua anaknya yang sudah lama ia rindukan. Air mata mengalir tak terbendung dari mata Sri. Berkali-kali ia ucapkan syukur karena Allah masih memberinya umur panjang dan bertemu dengan ibu dan kedua anaknya.
Sri kemudian ingat dengan kotak pemberian nenek tadi. Ia pun segera membuka kotak itu di depan ibu dan anaknya. Sri sangat terkejut ketika melihat ada banyak emas di dalam kotak itu. Ia langsung bersimpuh dalam sujud dan bersyukur atas rejeki yang bagitu besar yang Allah berikan kepada keluarganya itu.