Peranan Koperasi di Berbagai Keadaan Persaingan
1. Di Pasar Persaingan Sempurna
Bila koperasi memasuki
pasar persaingan sempurna maka koperasi akan bersaing secara sempurna dengan
para pesaing di pasar . Artinya secara umum koperasi tidak dapat menentukan
harga untuk produk yang dijualnya . Alasannya adalah jika koperasi menetapkan lebih
tinggi daripada harga pasar maka banyak pelanggan yang beralih ke penjual lain
. Sebaliknya jika koperasi menetapkan harga di bawah pasar yang berlaku , maka
sebenarnya koperasi dapat menderita kerugian , karena pada harga pasar yang
berlakupun semua barang dapat terjual . Dalam jangka pendek bisa saja koperasi
menetapkan harga di bawah pasar , tetapi penetapan harga ini tidak akan
berlangsung lama sebab harga yang lebih rendah akan meningkatkan permintaan
anggota akan produk yang dijual dan biaya produksi di koperasi akan semakin
tinggi , sampai akhirnya terpaksa menetapkan harga yang sama dengan harga pasar
untuk menutup kerugian .
Pada pasar persaingan
sempurna , persaingan harga tidak akan cocok untuk masing – masing penjual
(termasuk kopersai ) yang memungkinkan adalah pesaing dalam biaya . Semakin
efisien seorang penjual akan semakin tinggi kemampuan penjual tersebut dalam
bersaing . Koperasi yang mempunyai kemampuan tinggi akan mempunyai kemampuan
bersaing di pasar persaingan pasar sempurna ini . Tetapi apakah kemampuan
bersaing tersebut akan bertahan lama ? Menurut teori koperasi konvensional
kemungkinan itu bisa saja terjadi karena koperasi mempunyai keunggulan tertentu
dibanding dengan perusahaan non koperasi . Hanya saja karena analisis perusahaan
didasarkan pada gabungan antara harga dan biaya dalam menetukan keuntungan dan
orientasi koperasi bukan profit minitve seperti halnya perusahaan non koperasi
, maka kendati koperasi mempunyai kemampuan tinggi , lama kelamaan seiring
dengan perjalanan waktu , maka kemampuan itu akan semakin menurun dan akhirnya
sama .
Berbeda dengan jangka
pendek , dalam jangka panjang semua penjual akan berada dalam kondisi berak
event (tidak untung , tetapi juga tidak rugi ), atau dikenal sebagai keuntungan
normal . Hal ini terjadi karena ada proses penggeseran permintaan individual
dan biaya masing – masing penjual . Proses penggeseran permintaan dan biaya
dapat dijelaskan sebagai berikut .
Bila salah satu
penjual memperoleh keuntungan , maka keuntungan tersebut akan merangsang
penjual yang memanfaatan koperasi sebagai sarana memasuki pasar . Bertambahnya
penjual berarti bertambah pula output di pasar . Sesuai dengan hukum permintaan
, semakin banyak jumlah output yang dijual , akan semakin rendah tingkat harga
jualnya .Dengan demikian akan terjadi pergeseran harga jual kebawah .
2. Di Pasar Monopolistik
Agar koperasi yang
beroperasi di pasar persaingan monopolistic mencapai kesuksesan , maka ia harus
mampu memberikan tambahan pendapatan kepada anggotanya dan atau secara umum
harus mampu memperbesar kemakmuran para anggotanya . Pada dasar persaingan
monopolistic kemampuan tersebut masih terbuka mengingat kurva permintaan yang
dicapainyaalah elastic dengan demikian sampai batas tertentu koperasi masih
mampu bersaing dalam menetukan harga .
Asusmsi yang mendasari
model persaingan monoplistik secara mutlak sama seperti kompetensi sempurna ,
kecuali mengenai produk yang homogeny . Pada pasar persaingan monopolistic para
penjual bersaing dengna diferensiasi produk dalam hal kualitas , iklan , lokasi
, pengepakan , dan lain – lain . Setiap penjual telah mencoba membuat produknya
berbeda sedikit dibanding produk penjual lainnya . Menurut banyak ahli ekonomi
, struktur pasar seperti ini adalah secara empiris paling relevan dalam dunia
nyata . Salah satu perbedaan analisis yang membedakan situasi persaingan
sempurna dengan persaingan monopolistic adalah bahwa karena ke heterogenan
produk , sehingga setiap penjual dapat berperilaku sebagai monopolistic kecil .
Jika penjual mengubah harga produknya , maka akan ada perpindahan konsumen
secara total ke penjual lain . Oleh karena itu kurva permintaan individual
tidak akan horizontal seperti pada pasar persaingan sempurna , tetapi akan
menurun dari kiri atas ke kanan bawah dengan elastisitas yang kurang sempurna .
3. Di Pasar Monopsoni
Monopsoni adalah
keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi
pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi
Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong
(ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen.
Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di
Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh
karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI. Apabila seorang
pengusaha membeli suatu factor produksi secara bersaing sempurna dengan
pengusaha lain,maka ia secara perorangan tidak bisa mempengaruhi harga dari factor
produksi itu.
Misalkan penawaran dari suatu factor produksi x ditunjukkan oleh fungsi dibawah ini:
X = f.(Hx)
Dimana x = jumlah factor produksi yang ditawarkan, Hx = harga dari faktor produksi itu,sedang f = fungsi.
Bagi pengusaha tadi yang bertujuan mencapai keuntungan maksimum,berlakulah syarat dibawah ini :
Y = f(x)
Maka agar mencapai maksimum,berlaku juga syarat dibawah ini :
dП/dx = Hy.dY/dX – Hx = 0
Hy. dY/dX = Hx
Hy. dY/dX adalah nilai produk marjinal ditinjau dari factor poduksi x yang dipakai.
Apabila harga produksi X itu adalah H1 maka pengusaha akan membeli dan mempergunakan factor produksi tersebut sejumlah X1. kalau factor harga naik menjadi H2 maka jumlah yang dibeli dan dipakai adalah X2. dan sebaliknya,apabila harga turun menjadi H3 maka jumlah yang dibeli dan dipakai adalah X2. dan sebaliknya apabila harga turun menjadi H3 maka jumlah yang dibeli dan dipakai X3, dalam semua keadaan itu,nilai produk marjinal dari factor x sama dengan harga factor itu.
Bagaimana keadaan apabila pengusaha merupakan pembeli tunggal dari factor produksi tsbt. Dengan kata lain,pengusaha tsbt merupakan pengusaha monopsoni?? Pengusaha monopsoni itu sekarang menghapi kurva penawaran dari factor produksi yang akan dibeli. Pada umumnya kurva penwaran ini bersudut positif.
Bagi pengusaha monopsoni berlaku syarat sebagai brkut apabila bertujuan mencapai keuntungan yang maksimum.
П = Hy.Y – X.Hx
Tambahan:
Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
Misalkan penawaran dari suatu factor produksi x ditunjukkan oleh fungsi dibawah ini:
X = f.(Hx)
Dimana x = jumlah factor produksi yang ditawarkan, Hx = harga dari faktor produksi itu,sedang f = fungsi.
Bagi pengusaha tadi yang bertujuan mencapai keuntungan maksimum,berlakulah syarat dibawah ini :
Y = f(x)
Maka agar mencapai maksimum,berlaku juga syarat dibawah ini :
dП/dx = Hy.dY/dX – Hx = 0
Hy. dY/dX = Hx
Hy. dY/dX adalah nilai produk marjinal ditinjau dari factor poduksi x yang dipakai.
Apabila harga produksi X itu adalah H1 maka pengusaha akan membeli dan mempergunakan factor produksi tersebut sejumlah X1. kalau factor harga naik menjadi H2 maka jumlah yang dibeli dan dipakai adalah X2. dan sebaliknya,apabila harga turun menjadi H3 maka jumlah yang dibeli dan dipakai adalah X2. dan sebaliknya apabila harga turun menjadi H3 maka jumlah yang dibeli dan dipakai X3, dalam semua keadaan itu,nilai produk marjinal dari factor x sama dengan harga factor itu.
Bagaimana keadaan apabila pengusaha merupakan pembeli tunggal dari factor produksi tsbt. Dengan kata lain,pengusaha tsbt merupakan pengusaha monopsoni?? Pengusaha monopsoni itu sekarang menghapi kurva penawaran dari factor produksi yang akan dibeli. Pada umumnya kurva penwaran ini bersudut positif.
Bagi pengusaha monopsoni berlaku syarat sebagai brkut apabila bertujuan mencapai keuntungan yang maksimum.
П = Hy.Y – X.Hx
Tambahan:
Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
4. Di Pasar Oligopoli
Oligopoli adalah
struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar , baik
secara independen maupun secara diam – diam bekerja sama . Oleh karena itu
perusahaan dalam pasar hanya sedikit , maka akan selalu ada rintangan bagi
perusahaan baru utnuk memasuki pasar. Di samping itu setiap keputusan harga
yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan –
perusahaan lain dalam pasar . Dengan kata lain , reaksi pesaing terhadap keputusan
harga dan output adalah paling penting dalam model oligopoly .
Dewasa ini banyak
koperasi di pasar – pasar local yang telah berintgrasi vertical atau pasar –
pasar yang lebih besar diman perusahaan yang telah mapan masih sangat terbatas
. Hal ini menunjukan bahwa koperasi telah berada di struktur pasar oligopoly ,
yaitu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual yang menyebabkan
kegiatan penjual yang satu mempunyai peranan penting bagi penjual yang lain .
Integrasi vertical yang dilaksanakan oleh perusahaan koperasi atau perusahaan –
perusahaan lainnya di samping sebagai upaya peningkatan
efesiensi perusahaan , juga untuk menghindari persaingan yang lebih
ketat antar penjual .
Persaingan diantara
beberapa penjual akan berbeda dengan persaingan diantara banyak penjual , sebab
keterbatasan jumlah penjual akan mengakibatkan saling ketergantungan antara
penjual satu dengan penjual lainnya , sehingga setiap keputusan dari masing –
masing penjual akan mempunyai dampak signifikan pada perusahaan lain . Jadi
perilaku setiap penjual sangat tergantung dari keputusan - keputusan
penjual lainnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar